April Yang Lalu (1)

Tag


Setahun sudah April 2011. Dibulan ini (April 2011) saya bertekad memberanikan diri untuk segera mengakhiri masa lajang.

Ketika malam 5 April 2011 lalu saya bertekad kerumah guru ngaji (ustadz) saya untuk mengutarakan niat saya melepas masa lajang. Dengan bibir yang teramat berat untuk mengucapkan bahwa saya ingin segera menikah dan meminta mencarikan pasangan hidup.

Saya mengira ketika saya mengutarakan hal tersebut, ustadz saya akan menguji saya dengan pertanyaan-pertanyaan yang belum saya persiapkan. Ternyata ustadz langsung merespon dengan cepat dan menyuruh saya datang keesokan harinya untuk mengambil formulir biodata yang harus saya isi sebelumnya.

Keesokan harinya saya datang untuk mengambil dan mengisi biodata diri saya untuk diberikan ustadz kepada guru ngaji seorang wanita yang tidak saya kenal sebelumnya.

Inilah proses awal ta’aruf (proses pencarian jodoh lewat perantara seorang ustadz – atau seseorang yang kita percayai yang bisa mencarikan jodoh terbaik, dari segi agama – *bisa anda cari di google tuk lebih jelasnya)

Waktu kian hari kian berganti, detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari bahkan minggu demi minggu biodata seorang wanita yang ditunggu belum juga tiba.

Dua minggu kemudian saya di telpon untuk datang kerumah ustadz, untuk mengambil biodata seorang wanita… *

——
*nantikan kelanjutan cerita saya selanjutnya di bagian kedua…

Disangka Tukang Ojek

Tag


Entah bulan berapa saya lupa ketika istri saya pagi-pagi ngidam bubur kacang ijo. Saya cari kesana kemari keliling komplek rumah (Perumnas Talang Kelapa) hasilnya tidak ada.

Terus saya mencoba mencari di luar komplek perumahan dan ketika berkeliling dengan tunggangan roda dua dengan kecepatan rendah -tengok kanan tengok kiri- mencari warung yang buka, pas di persimpangan jalan ada orang yang melambaikan tangan kedepan dengan maksud menyetop kendaraan lalu terdengar suara rendah memanggil ojek.

Saya terkejut dan sepontan melambaikan tangan tertanda ‘tidak’. Saya lalu tersadar dengan pakaian saya yang mirip tukang ojek dengan memakai rompi hitam. Ha.. Mirip tukang ojek. -gumam dalam hati-.

Dengan mempercepat laju kendaraan dan bergegas mencari “buruan” serta lekas pulang.

*Tuk istri tercinta dirumah

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.