Mendengar khutbah Jumat (3 Juni 2011), khatib bercerita tentang akhlak Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah kisah pada zaman setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Ada seorang Arab Badui bertanya kepada sahabat Umar bin Khathab mengenai akhlak Nabi Muhammad SAW, Badui tersebut bertanya kepada Umar, “Wahai Umar bagaimana Akhlak Muhammad selama hidupnya sehingga kaumnya begitu sangat kehilangan?”. Umarpun menangis ketika seorang Arab Badui itu bertanya, karena teringat akan Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya. Kemudian seorang Arab Badui itu mengulangi pertanyaannya lagi. Kemudian Umar menjawab, “coba engkau temui seseorang bernama Bilal bin Rabah”.
Kemudian orang Arab Badui tersebut mencari Bilal, dan bertanya dengan pertanyaan yang sama yang ia tanyakan kepada Umar , “Wahai Bilal bagaimana Akhlak Muhammad selama hidupnya sehingga kaumnya begitu sangat kehilangan?” Bilal pun menangis bahkan lebih keras dari Umar. Orang Arab Badui tersebut kembali mengulang pertanyaan tersebut. Kemudian Bilalpun menjawab silahkan Anda coba temui menantu beliau Ali bin Abi Thalib.
Kembali orang Arab Badui tersebut menemui Ali bin Abi Thalib dan bertanya dengan pertanyaan yang sama. “Wahai Ali bagaimana Akhlak Muhammad selama hidupnya sehingga kaumnya begitu sangat kehilangan?” Mendengar pertanyaan seorang Arab Badui tersebut Ali pun balik bertanya kepada orang Arab Badui tersebut, “Apa yang bisa engkau gambarkan dengan keindahan segala kehidupan di dunia?” Orang Arab Badui tersebut terdiam tidak bisa menjawab dengan pertanyaan yang diutarakan oleh Ali bin Abi Thalib. “Begitulah kami umat Nabi Muhammad SAW, tidak bisa menggambarkan betapa Indahnya Akhlak Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya. Akhlaknya melebihi keindahan segala isi dunia. Engkau yang hanya ditanya tentang keindahan dunia yang tidak seberapa dibandingkan dengan akhlak Nabi SAW. tidak bisa menggambarkan apalagi kami sebagai umatnya. “ jelas Ali.
Mendengar penjelasan Ali bin Abi Thalib tersebut orang Arab Badui semakin bingung, ia meninggalkan Ali dan pergi ke salah satu istri Rasulullah SAW, Aisyah r.a. Kepada Aisyah r.a. orang Arab Badui tersebut kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama . “Wahai Aisyah bagaimana Akhlak Muhammad suami mu selama hidupnya sehingga kaumnya begitu sangat kehilangan?”. Aisyah r.a pun berkata Akhlak suamiku Muhammad SAW, Akhlak Al-Quran.
Pernah suatu ketika Rasulullah SAW pulang malam, ketika itu Aisyah r.a tertidur pulas. Rasulullah SAW mengetuk pintu dan tidak ada jawaban karena tertidurnya Aisyah dan Rasulullah SAW tidak ingin menggangu tidurnya. Maka Rasulullah SAW tidur didepan rumahnya. Melihat suaminya tidak ada disampingnya, Aisyah beranjak dan membuka pintu rumah lalu ditemukan Rasulullah SAW tertidur didepan rumahnya. Subhanallah betapa indahnya akhlak Rasulullah yang dengannyalah derajat perempuan dimuliakan. Kemudian seorang Arab Badui tersebut beriman kepada Rasulullah SAW, dengan masuknya ia kepada Islam.
Dalam kisah lain, seorang yahudi buta yang dalam sehari-harinya Rasulullah SAW selalu menyuapi beliau makanan. Ketika Rasulullah SAW meninggal dunia, tugas tersebut digantikan oleh Umar bin Khattab. Ketika Umar bin Khattab menyuapi makanan orang yahudi buta tesebut berkata “ini pasti bukanlah orang yang selalu menyuapi saya, suapannya begitu lembut” kemudian Umar berkata “Orang yang selalu menyuapi Anda kini telah meninggal dunia, beliau ialah Rasulullah Muhammad SAW yang selalu engkau hina dan caci maki, akan tetapi beliau selalu menyuapi Anda dengan kelembutannya” mendengar perkataan Umar tersebut seorang yahudi buta itu menyatakan keimanan kepada Rasulullah SAW. Wallahu’alam bishawaf.
Subhanallah, betapa indahnya akhlak Rasulullah SAW. sampai-sampai saya mau meneteskan air mata mendengar kisah tersebut. Semoga kisah tersebut sangat bermanfaat bagi Anda semua. Untuk itu marilah kita bersama-sama memperbaiki akhlak (tingkah laku) kita semua. Ini hanyalah satu dua kisah tentang akhlak Rasulullah SAW, masih banyak kisah mengenai akhlak Rasulullah SAW. yang harus kita teladani dan kita amalkan nantinya. Semoga bermanfaat