Kisah dibawah ini kami sampaikan sebagai pesan kami (Rakyat Indonesia) kepada wakil rakyat nun jauh disana (yang dekat tapi terasa jauh), berikut
“Hafsah! Makanan apa yang biasa disantap Rasulullah SAW ?” tanya ‘Umar bin Khaththab begitu mendengar usulan para sahabatnya untuk menaikkan gajinya sebagai khalifah. Hafsah menjawab, “Roti tawar kering dan keras, Ayah. Untuk memakannya harus dicelupkan dulu ke dalam air minum.”
“Hafsah! Pakaian bagus apa yang beliau kenakan?” Tanya ‘Umar lagi. “Selembar jubah berwarna kemerahan karena sudah luntur. Itu yang beliau andalkan untuk menerima tamu-tamu kehormatan,” jawab sang putri. “Apakah beliau pernah tidur diatas tilam yang empuk?” tanya ‘Umar lebih lanjut. “Tidak, Ayah,” jawab sang putri yang tak kuasa menahan air matanya. “Rasul SAW. hanya beralaskan selembar selimut tua. Dimusim panas, selimut itu dilipatnya menjadi empat lapis agar agak tebal sebagai alas. Dan dimusim dingin, selimut itu dilipat dua agar cukup lebar untuk menutupi seluruh badannya.”
Demikianlah pesan kami dari kisah diatas, tidak perlu kami uraikan apa arti dan makna pesan diatas karena kami tahu kalian wakil rakyat kami yang mempunyai kemampuan berpikir diatas rata-rata sehingga kalian terpilih menjadi wakil kami disana.
Terima kasih.
Seharusnya inilah salah satu bukti bahwa seorang pemimpin itu menjadi seorang pelayan masyarakat, yang patut dicontoh oleh para pemimpin di Indonesia
jangan cuma jadi koruptor dong..!!!
menurut saya korupsi itu bagus, coba kita berfikir terbalik sejenak… korupsikan waktu berdiskusi/rapat untuk segera turun melihat kondisi masyarakat secara langsung misalnya.
seharusnya ada undang-undang untuk para koruptor yaitu hukuman mati!!!